Sabtu, 13 April 2024

"Ruang Risau"

 Ruang Risau

Atapnya tak selalu menyediakan keteduhan

dindingnya tak selalu memberikan nyaman

tiang-tiangnya tak selalu berdiri kokoh

Puisi II Malam

 Malam semakin larut

aku masih setia memeluk kerisauan

batinku tersentil pada ufuk langit gemerlapan

pada cahay bintang yang bertaburan


Malam semakin larut

udara malam begitu apik menggigili tubuh lusuh

memeluk sepih yang tak pernah luput dalam kisah yang terlampau surut


Malam semakin larut

jemariku tak kunjung berhenti

menuliskan sebuah puisi dalam sepih

hingga malamku tak kunjung pamit

karena waktu tak pernah sempit

                                                            Agustus, 2023



DI MANA-MANA ADA CINTA

Sumber gambar: dari penulis



 Tak ada atap yang membenci rintik hujan

Tak ada dingin yang berkepanjangan

Kita menciptakan senduh pada tangkai senja

Dan berakhir tawa dalam bilangan-bilangan kenangan

Kita mengadorasikan cinta di bawah tiang-tiang rindu

Bahagia pun membumbung ke awangan

Kisah ini begitu apik menyulam dalam rentetan senyuman

Dan menjahit luka-luka abstrak dalam keluguhan hati.

Cinta memiliki ruangan yang abstrak

Ia menemukan bahagia bukan pada gedung mewah ataupun arca-arca megahRuang cinta tak memperhitungkan rana dalam kaprah tiang-tiang lusuh

Ia empunya bahagia yang sederhana

-Catatan: Ruang (fisik) bukanlah penawar tawa. Tetapi cinta menemukan kesederhanaannya dalam bahagia
Di bawah langit senduh
Di mana-mana ada CINTA
#Lamaojan, 26 Maret 2024
#Bersama mahasiswa KKN IKTL

Puisi: MNUSIA BERISIK


 Kita adalah makhluk yang tak berkecukupan

Yang selalu ingin melebih-lebihkan

Makhluk yang hidupnya di bawah kendali logika

Kurang bilang susah

Sudah ada masih ingin tamba

Lebih bukannya bersyukur

Hilang membuat pikiranya jadi hancur

Manusia Behati ganda

Yang selalu mencari yang baru, mengaharapkan yang baru

Tak ingin merawat yang lama, membunuh yang ada, membiarkan mereka berlalu

mati dalam merawat harapan

Sungguh, susah sampe…

Manusia bermata segitiga

Relanya tak menetap menatap yang lain sebagai rasa

Sekali ingin mengubahnya

Tanpa berdiskusi dari mata ke mata dan dari hati ke hati

Manusia berisik…

Ia punya hati, tapi kadang tak hati-hati

Manusia berisik

Ingin kutulis sajak ini dalam hati yang geram

Mengungkapkan di depan pelataran teras rumah

Mencukur habis masa-masa fajar milenium dan senja yang menyingsing

Membangunkan kemanusiaanmu dalam kesadaran yang kebanyakan berisik namun lupa

memikirkannya.

#pemberontakdalamdiam

Barnabite, 11 Maret 2023
13:58

Jumat, 12 April 2024

Arayan, si bocah pecinta sunyi

**

 Namanya Arayan (bukan nama asli), anak kecil lelaki berparas tampan dan lugu. Sejak kecil ia sudah mulai belajar hidup disiplin di tengah lingkungan yang penuh dengan pergumulan batin dan otak para penghuninya. Sepertinya Arayan sudah terbiasa dengan situasi demikian, yang rutinitas setiap harinya hanya berdoa di setiap subuh, mengikuti perayaan kurban Tuhan di altar perjamuan, sarapan pagi bersama tepat waktu, belajar, bekerja, olahraga (bermain futsal, voli, basket, badminton), kemudian berdoa lagi lalu belajar dan tidur.  

Anak kecil mana sih yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang penuh dengan aturan yang menjenuhkan ini? jarang ya? Tetapi sudahlah, mungkin ia belum mengerti sepenuhnya, mungkin ia merasa nyaman dengan situasi seperti itu dan mungkin juga ia hanya sekedar suka-suka saja. Tetapi rasanya itu sangat baik. Hidup dalam lingkungan yang tertib sejak dini, memberikan pengalaman positif untuk kehidupan di masa mendatang, di mana kita hanya perlu tenang. Tenang menjadikan kita dewasa dalam berpikir dan bertindak (termasuk mengambil resiko). 

**

Arayan baru berumur 9 tahun, kelihatannya belum cukup umur untuk bisa hidup dalam biara. Apalagi harus mengikuti semua aturan seminari. Namun tak di sangka, sejak ia masih berumur 1 tahun, ia sudah di asuh oleh seorang pastor di sebuah paroki. jadi wajar saja jika hingga sekarang pun Arayan masih berharap akan terus berlibur dan menikmati kehidupan seorang seminarian, yakni di biara (rumah formasi para calon imam).

**

Setiap liburan, Arayan selalu memilih untuk berlibur di biara Barnabite yang terletak di jalan wairklau, tepatnya di sebelah barat RS TC. HILERS Maumere. Ketika di tanya apa alasannya ia suka berlibur di Biara? Ia hanya menjawab, “karena Frater-Frater mereka sangat baik.” Arayan memiliki kepribadian yang sangat beda dengan anak-anak lelaki lain yang sebaya dengannya. Sikap ini sudah ditunjukan Arayan ketika bermain bola bersama dengan anak-anak tetangga. Arayan selalu bersikap menghormati dan mengalah. Tulangnya saja yang kecil, tetapi pembawaan dirinya seperti orang yang dewasa. Ia sangat sopan, tenang dan tidak menjengkelkan. Hal ini membuktikan bahwa, dewasa bukan tentang usia tetapi cara berpikir. Bagi Arayan, usia hanyalah angka yang menjadi bukti bahwa kita sudah menua, tetapi menjadi dewasa adalah tentang jiwa yang semakin mematang seiring besarnya otot-otot tubuh kita.

Orangtua Arayan tidak pernah merasa keberatan ketika Arayan memili berlibur bersama para Frater di Barnabite. Mungkin karena sedari kecil, Arayan sudah diasuh oleh seorang pastor sehingga orangtuanya tidak merasa takut ketika Arayan berlibur jauh dengan mereka.

**

Arayan sudah mulai berjudul tentang hidupnya di kemudian hari, yakni menjadi seorang misionaris Yesus. Tetapi rasanya masih sangat lama jika ia sudah mulai menulis satu judul harapannya dalam benaknya. Karena ia masih sangat kecil. Pikiran manusia akan selalu berubah seiring berjalannya waktu dalam penemuan kehidupan-kehidupan yang akan datang. Manusia selalu berjudul buram di setiap subuh, seperti embun pagi mennyelimuti dedaunan, dan awan kabut yang membungkus rapi mentari pagi. Sama halnya seperti Arayan, yang ketika ditanya, “Arayan, kalau sudah selesai sekolah SMA, nanti mau sekolah jadi Apa? Ia menjawab “mau jadi imam”. Mulut imutnya itu sangat luguh ketika ia berjudul. “kalau mau jadi imam nanti Arayan pilih masuk biara mana? Ia menjawab, “Barnabite.” Lihat, ia bukan hanya skedar berjudul, namun sekaligus mengikat perjanjian dengan ordo Barnabite. “sah?” ia menjawab “ok sah” lalu berjabatan tangan dengan seorang Frater sambil tertawa lepas. Arayan sangat menggemaskan. Para frater sangat senang ketika ia datang. Ia mengikuti semua jadwal formasi para Frater, sperti bangun pagi jam 04:30, lalu mandi, mengikuti ibadat, merayakan kurban Kristus, dan belajar. Arayan sangat cepat beradaptasi.

Di Biara, Arayan sangat disukai semua frater karena ia anak yang peka terhadap seluruh kegiatan para frater, salah satunya adalah ia tidak ribut. Ketika jadwal belajar, Arayan juga menyibukan dirinya dengan menggambar dan terkadang membaca buku bahasa asing meskipun ia tidak paham. Arayan memiliki satu teman yang sangat diakrabinya. Anto namanya. Anto (bukan nama asli) adalah seorang frater yang baru menempuh tahap formasi Aspirant tahun kedua dan sedang meramu studi Filsafat semester 2 di IFTK Ledalero. Mereka berdua layaknya kakak dan adik kandung. Setiap malam Arayan lebih memilih tidur di tempatnya Fr. Anto. Satu hal yang membuat Arayan senang adalah sebelum tidur Fr. Anto selalu berdongeng dan terkadang mengajarkan bahasa inggris kepadanya. Hal ini yang membuat Arayan betah dan suka berliburan di Biara.

**

 

 

 


buat bae sebanyak 70 kali 7 kali

 Tuhan bilang, Ampunilah sesamamu sebanyak 70 kali 7 kali

        "Maka jangan segan-segan mengampuni dirimu dan jangan takut kalau nk buat salah. hanya nk punya dirilah pengampunan terbaik. Ampunilah dirimu, terimalah kekuranganmu, sembuhkanlah.

TUHAN SURUH ENGKO BUA BAE DENGAN DORANG YANG MEMBENCI NK. TAPI BUKAN HANYA SEKALI JO BERHENTI BUA BAE...

ENGKO PU BAE ITU HARUS SEBANYAK 70 (X) 7 (X). BIAR DOARANG TAU, DORANG BISA BUKA MATA. TE USAH BANYAK BENCI EEEE...

                                                                                                paul

Senin, 01 April 2024

Tentang kamu "D"

                                                                

Nko menyapa dengan keunikan katamu Membuatku terus bertanya. Tutur katamu lewat Chatingan
membawakupada pertemuan kita waktu dulu. Nko pandai menenun senyum dalam kasih
Kamu, dan kisah itu masih samar-samar namun kamu telah menabur harapan dalam cinta 

Ketika hatiku dan hatimu sedang meramu teduh di bawah langit malam.

Aku tahu tak semuda itu membujuk cinta 

Hingga purnama kita Kembali penuh

Rupanya dirimu dan diriku terlanjur tenggelam dalam rasa. Namun realita lebih memihak pada kepiluan pertemuan berujung pisah


Hai kamu, tahukah bahwa hadirmu membawa cahaya dalam gelapku

Dalam dirimu ada ketulusan

Namun kita terlalu lama berjalan di atas kelogisan hati

Hingga lupa bahwa kita memiliki hati yang pantas mencinta


Tentang kamu dan kenangan yang ada, nko telah lama menenggelamku dalam bola matamu itu waktu kita bertemu di pelataran warung kecil

Lalu nko kembali menyapaku lewat chatingan hingga sampai sekarang aku masih meratapi sebuah perasaan yang tak juah di dengar.


Ragu? Iya, kamu ragu. 

Tentang kamu "D" dari jauh aku hanya bisa memujamu dalam diam. Biarkan kata-kata Ini mewakili perasaanku. Entah itu marah, jengkel, protes, ngomel ataupun cinta (namun itu belum nko percaya), seperti pertengkaran yang sempat kita ramu. 

Namun, percayalah suatu saat kita akan kembali merindu tentang hal yang sama.


Aku tahu

Aku mengerti 

Katamu, "maybe not maybe yes" 

Iya, nko masih diselimuti rasa jengkel

Aku minta maaf


Tentang kamu, entah kenapa rasa ini tumbuh sendirinya, kamu unik (menurutku), kamu seperti narasi panjang yang harus aku baca dan pahami baik-baik. Kadang aku bingung sendiri

Malam setelah dari pamitmu itu, aku kembali mengusik bulan, entakah engkau begitu apik meredupkan senjaku, menggantungkan angan yang tinggi. Aku malu hingga hampir jatuh.


Tentang kamu "D" ada sejuta harap aka temu kita dalam purnama berikutnya. 

Cinta tak selamanya tumbuh dalam kata-kata indah dan romantis. Tapi kita bisa menemukannya dalam perbedaan. 

Katamu nko menggantungkan harapan demi mengenal citra yang sedikit beda dari yang lainya, tapi nyatanya nko masih temukan hal yang sama, bahkan sebaliknya dari ekspetasi yang nko gantungkan dalam isi kepala. 

"D" satu hal besar kegagalan dalam cinta adalah mengenal seseorang dengan ukurann kita.


Tentang kamu "D" kita belum lama kenal, berpasan mata pun baru sekali, itupun hanya kebetulan ketemu. Namun senyummu membuatku candu, meskipun berhayal dari jauh.


Tentangmu, singkat namun bermakna


 

    LAPORAN HASIL KEGIATAN KATEKESE PEDNALAMAN KITAB SUCI PERTEMUAN KEDUA - OKTOBER 2025 Dikerjakan Oleh: Paulus Leo Lego Hurit (237...