Sabtu, 30 November 2024

Akhirnya

 Pada akhirnya tentang kita akan kembali bermuara pada kenangan-kenangan yang enggan berkicau pada rantingnya


Jumat, 15 November 2024

Nota di Akhir pekan

 




Nona

Ini surat saya yang terakhir

Larik-larik dalam surat ini saya tulis dengan air mata sebagai tintanya dan hati yang sakit sebagai inspirasinya

Nona

Ini surat saya yang terakhir

Setelah sekian rindu yang saya kirim pada Tuhan

Tentang kau yang saya cerita dengan doa 

Nona

Saya malu dengan teman-teman

Karena saya pernah cerita ke mereka tentang kamu itu saya punya masa depan

Nona

Ini surat saya yang terakhir

Terlahir sebagi syair-syair yang patah

Bak hati yang pecah berkeping-keping

Nona

Saya tulis surat ini sebagai ungkapan rasa yang terakhir

Sebagai kenangan akan kisah yang terukir

Pada nama yang selalu membuatku sibuk melipat rindu

Kau berhasil nona

Kau berhasil mematahkan jari-jari yang tak bersalah ini

Meskipun kadang sedikit lancang menuliskan rindu yang semu

Kau berhasil nona

Kau berhasil membuat hatiku beku

Kini, saya tidak lagi menceritakan tentangmu pada malam yang sengaja saya ciptakan untuk bertemu dengan dirimu dalam mimpi-mimpi yang sadar

Kita sekarang hanyalah kemarin yang tak mungkin lagi untuk berkunjung

Kita hanyalah esok yang tak mungkin lagi untuk bermimpi

Sekian

Senin, 04 November 2024

SALIB

 SALIB

sumber gambar: www.suara.com

Saya dapat kado darinya

Bahagia sekali rasanya

Entah kado itu isinya apa

Yang pastinya itu kado cinta

 

Di balik kado yang ia beri

Ada sesuatu yang ia kasih

Dari bola mata orang susah itu kado sangat bermakna

Kado itu dibalut dengan selendang

Buat saya coba bayang-bayang

Apa isi kado dari orang tersayang

 

Perlahan-lahan saya telanjangkan tubuhnya

Jemari saya menyetubuhi bagian sensitive kado itu

Ada tas kecil di dalamnya

Ia simpan hatinya dengan rapih

 

Isinya salib Yesus

Saya raih salib itu

Saya pastikan itu tidak jatuh

Saya tenggelamkan lagi ke dalam tas kecil

Tempat pacarku meniduri hatinya

Ia bilang, “itu salib untuk tambah engko punya salib”


Malamnya, saya renung-renung

Dan mencoba meneytubuhi larik-larik misterius itu

Sembari menulis rindu untuknya di deare buku

Saya temukan jawabannya

 

Saya coba menyusun keheningan

Saya kunci mata rapat-rapat

Lalu saya buka tepat berhadapan dengan bulan

Bulan mengirim pesan

 

Barangkali maksud hatinya begini;

“salib itu buat tambah salibmu”

Berarti

Dia membuat saya menunggu

Harus menunggu sesuatu darinya

Entah itu rindu

Cinta

Cemburu

Bahagia

Atau luka

 

Ia tiduri hatinya di salib Yesus

“saya punya hati sudah melekat di salib itu

Jadikan itu sebagai salibmu

Engkau jaga saya punya hati itu baik-baik

Anggap saja itu hati adalah salibmu

Yang harus kau rawat dan kau pikul “

 

Maka saya harus rela

Saya harus siap terima luka

Saya harus teteskan air mata

Demi sebuah hati di salib itu

Karena mungkin saya akan jatuh berkali-kali

Dan tentunya siap untuk terluka

 

Tidak apa-apa kita jatuh-bangun, jatuh-bangun, dan jatuh lagi

tiga kali seperti di gunung kalvari

Asalkan tetap bangun lagi dan jalan terus sampai puncak


Hubungan itu seperti salib

Usai janji akan bahagia berarti siap terluka untuk bisa sampai puncak

bertahan

Meskipun kita harus jatuh berkali-kali


terima kasih untuk salib cintamu yang kau titip di hati ini


 

 

 

    LAPORAN HASIL KEGIATAN KATEKESE PEDNALAMAN KITAB SUCI PERTEMUAN KEDUA - OKTOBER 2025 Dikerjakan Oleh: Paulus Leo Lego Hurit (237...