Selasa, 01 April 2025

Surat Dari Anak Perempuanmu

 

Surat Dari Anak Perempuanmu

altaschool.id


 

Selamat malam ibuku

Aku merindukan dirimu

 

Dengan seonggok bulan di kepalaku, aku menuliskan secarik rinduku

 

Bu, hari ini adalah ulang tahunku

Barangkali engkau lagi diam-diam menyiapkan kado ulang tahunku

Aku tahu, engkau adalah puan penuh kejutan

 

Berharap kado itu berisi senter tua dan sumbuh pelita

Agar aku bisa menyalakannya di kepalaku dan meletakannya di rumah kecil kita

 

Bu, aku berusaha membakar diriku bersama sebatang sepih yang menyalah di tiang-tiang ragaku, aku ingin meniupnya sebagai bentuk merayakan kepergian tahun-tahun yang berlalu. Aku takut, bu aku takut gelap

 

Aku hampir kehilangan diri

Sebab aku bersinar sendiri ibu, aku hanya sendiri, hanya sendiri.

 

Ibuku,

Aku ingin terus menuliskan kisah heroikmu di kala engkau berusaha tegar menyaksikan aku berlari dalam selaput rahimu hingga aku keluar menjadi anak perempuanmu.

 

(salam dari putrimu), Dapur, 12 Februari 2025

 

 

Sayapku Belum Utuh

 

Sayapku Belum Utuh

wallhere.com

 

Ibuku, anak perempuanmu tumbuh dalam gerimis dan mendung, hingga enggan merangkak ke pagi

Sebab terlalu dingin untuk menyetubuhi hari-hari seorang diri

 

Sudah mampu sendiri memetik embun yang berkumpul di ujung-ujung daun

Dan memasaknya di bola mataku

 

Ibuku, ijinkanku membasahi bingkai fotomu dengan rinduku yang kian bercucuran

Aku ingin memeluk kesendirianku di rumah kecil kita

 

Ibu meninggalkan lemari kita yang penuh dengan boneka yang pernah ibu pungut di pasar untuk menghiasi senyumku

 

Kini aku hanya sendiri dipaksa kawin subuh oleh tungkumu

Aku disiksa dan ditindas oleh waktu yang kupungut sendiri usai berlari di taman sekolah

 

Ibuku, sayapku belum tumbuh sempurnah tetapi aku telah dihujani gerimis hingga badai yang tak kunjung kupahami.

 

 

Kamar, 2025

 

 

 

Karang Bertunas Di Kepalaku

 





Karang bertunas di bahuku

 

Ibu

Ketika diriku kau hadirkan ke dunia dengan tanpa persiapan, aku bagaikan hidangan tanpa garam

 

Ibu  menyedot air  dari laut yang paling dasar dan memandikan tubuh kecilku bersama ikan buntal

 

Lalu aku dilepaskan ke lautan yang luas membiarkan tubuhku hanyut bersama ikan itu

 

Ikan itu tenggelam dan berlari bebas sedangkan aku kewalahan

Aku belum mengenal rasa kecewa

Aku tak tahu amarahmu seperti apa

Aku hanya merasakan tubuh mungilku terombang-ambing tanpa arah

Asin di bibir manisku

Perih di mataku

Ibu membiarkan aku tumbuh sendiri di tepi-tepi batu karang

Hingga bertunas di bahuku

Akupun hanya bisa belajar dari kasih seekor ikan buntal

 

Ibu, putri kecilmu belum sempat memahami kemalangan ini

Ibu terlalu dini melilitkan rotan di kepalaku

 

Wairklau, 2025

 

 

 

 

 

 

    LAPORAN HASIL KEGIATAN KATEKESE PEDNALAMAN KITAB SUCI PERTEMUAN KEDUA - OKTOBER 2025 Dikerjakan Oleh: Paulus Leo Lego Hurit (237...