Surat Dari Anak Perempuanmu
Selamat malam ibuku
Aku merindukan dirimu
Dengan seonggok bulan di kepalaku, aku menuliskan secarik
rinduku
Bu, hari ini adalah ulang tahunku
Barangkali engkau lagi diam-diam menyiapkan kado ulang
tahunku
Aku tahu, engkau adalah puan penuh kejutan
Berharap kado itu berisi senter tua dan sumbuh pelita
Agar aku bisa menyalakannya di kepalaku dan meletakannya di
rumah kecil kita
Bu, aku berusaha membakar diriku bersama sebatang sepih
yang menyalah di tiang-tiang ragaku, aku ingin meniupnya sebagai bentuk merayakan
kepergian tahun-tahun yang berlalu. Aku takut, bu aku takut gelap
Aku hampir kehilangan diri
Sebab aku bersinar sendiri ibu, aku hanya sendiri, hanya
sendiri.
Ibuku,
Aku ingin terus menuliskan kisah heroikmu di kala engkau
berusaha tegar menyaksikan aku berlari dalam selaput rahimu hingga aku keluar
menjadi anak perempuanmu.
(salam dari putrimu), Dapur, 12 Februari 2025

.jpg)
