Nko menyapa dengan keunikan katamu Membuatku terus bertanya. Tutur katamu lewat Chatingan
membawakupada pertemuan kita waktu dulu. Nko pandai menenun senyum dalam kasih
Kamu, dan kisah itu masih samar-samar namun kamu telah menabur harapan dalam cinta
Ketika hatiku dan hatimu sedang meramu teduh di bawah langit malam.
Aku tahu tak semuda itu membujuk cinta
Hingga purnama kita Kembali penuh
Rupanya dirimu dan diriku terlanjur tenggelam dalam rasa. Namun realita lebih memihak pada kepiluan pertemuan berujung pisah
Hai kamu, tahukah bahwa hadirmu membawa cahaya dalam gelapku
Dalam dirimu ada ketulusan
Namun kita terlalu lama berjalan di atas kelogisan hati
Hingga lupa bahwa kita memiliki hati yang pantas mencinta
Tentang kamu dan kenangan yang ada, nko telah lama menenggelamku dalam bola matamu itu waktu kita bertemu di pelataran warung kecil
Lalu nko kembali menyapaku lewat chatingan hingga sampai sekarang aku masih meratapi sebuah perasaan yang tak juah di dengar.
Ragu? Iya, kamu ragu.
Tentang kamu "D" dari jauh aku hanya bisa memujamu dalam diam. Biarkan kata-kata Ini mewakili perasaanku. Entah itu marah, jengkel, protes, ngomel ataupun cinta (namun itu belum nko percaya), seperti pertengkaran yang sempat kita ramu.
Namun, percayalah suatu saat kita akan kembali merindu tentang hal yang sama.
Aku tahu
Aku mengerti
Katamu, "maybe not maybe yes"
Iya, nko masih diselimuti rasa jengkel
Aku minta maaf
Tentang kamu, entah kenapa rasa ini tumbuh sendirinya, kamu unik (menurutku), kamu seperti narasi panjang yang harus aku baca dan pahami baik-baik. Kadang aku bingung sendiri
Malam setelah dari pamitmu itu, aku kembali mengusik bulan, entakah engkau begitu apik meredupkan senjaku, menggantungkan angan yang tinggi. Aku malu hingga hampir jatuh.
Tentang kamu "D" ada sejuta harap aka temu kita dalam purnama berikutnya.
Cinta tak selamanya tumbuh dalam kata-kata indah dan romantis. Tapi kita bisa menemukannya dalam perbedaan.
Katamu nko menggantungkan harapan demi mengenal citra yang sedikit beda dari yang lainya, tapi nyatanya nko masih temukan hal yang sama, bahkan sebaliknya dari ekspetasi yang nko gantungkan dalam isi kepala.
"D" satu hal besar kegagalan dalam cinta adalah mengenal seseorang dengan ukurann kita.
Tentang kamu "D" kita belum lama kenal, berpasan mata pun baru sekali, itupun hanya kebetulan ketemu. Namun senyummu membuatku candu, meskipun berhayal dari jauh.
Tentangmu, singkat namun bermakna