Payung teduh dan Pilu
Hujan
telah redah
Pelangi
muncul dengan sangat indah
Kau
pergi tanpa aba-aba
Meninggalkankisahdalam
kasih
Yang
Sudah lama telah bersemi
Kukira
hanya sejenak
Namun
sangat lama
Kau
menciptakan luka
Demi
dia yang kau bilang selalu ada
Namun
kau tak sadar
Dirimu
telah lama kujaga
Seperti
Telur ayam yang baru menetas
Kujaga
dengan penuh Cinta yang ikhlas
Wahai
wanitaku, sedang apa kau menunggu
Payung
yang dulu selalu Ada dan teduh
Mungkin
akan terlepas dari genggamanmu
Dan akan
berlalu pergi
Karena
kau telah menemukan pelangi
Yang
akan siap menerangi, menghiasi hari-hari
Jangan
kau kuatir
Hidup
ini telah menjadi takdir
Yang
telah diukir rapi
Oleh
sang empunya kasih
Aku
di sini menunggumu
Wahai
wanitaku
Cobalah
mengerti
Pasang
telingamu
Buka
matamu
Buka
hatimu
Namamu
Ada disetiap doaku
Tanpa
amin kita bersama.
Turubean,
5 juli 2023
Tidak ada komentar:
Posting Komentar