Karang bertunas di
bahuku
Ibu
Ketika diriku kau hadirkan ke dunia dengan tanpa persiapan,
aku bagaikan hidangan tanpa garam
Ibu menyedot
air dari laut yang paling dasar dan
memandikan tubuh kecilku bersama ikan buntal
Lalu aku dilepaskan ke lautan yang luas membiarkan tubuhku
hanyut bersama ikan itu
Ikan itu tenggelam dan berlari bebas sedangkan aku
kewalahan
Aku belum mengenal rasa kecewa
Aku tak tahu amarahmu seperti apa
Aku hanya merasakan tubuh mungilku terombang-ambing tanpa
arah
Asin di bibir manisku
Perih di mataku
Ibu membiarkan aku tumbuh sendiri di tepi-tepi batu karang
Hingga bertunas di bahuku
Akupun hanya bisa belajar dari kasih seekor ikan buntal
Ibu, putri kecilmu belum sempat memahami kemalangan ini
Ibu terlalu dini melilitkan rotan di kepalaku
Wairklau, 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar