Jumat, 15 November 2024

Nota di Akhir pekan

 




Nona

Ini surat saya yang terakhir

Larik-larik dalam surat ini saya tulis dengan air mata sebagai tintanya dan hati yang sakit sebagai inspirasinya

Nona

Ini surat saya yang terakhir

Setelah sekian rindu yang saya kirim pada Tuhan

Tentang kau yang saya cerita dengan doa 

Nona

Saya malu dengan teman-teman

Karena saya pernah cerita ke mereka tentang kamu itu saya punya masa depan

Nona

Ini surat saya yang terakhir

Terlahir sebagi syair-syair yang patah

Bak hati yang pecah berkeping-keping

Nona

Saya tulis surat ini sebagai ungkapan rasa yang terakhir

Sebagai kenangan akan kisah yang terukir

Pada nama yang selalu membuatku sibuk melipat rindu

Kau berhasil nona

Kau berhasil mematahkan jari-jari yang tak bersalah ini

Meskipun kadang sedikit lancang menuliskan rindu yang semu

Kau berhasil nona

Kau berhasil membuat hatiku beku

Kini, saya tidak lagi menceritakan tentangmu pada malam yang sengaja saya ciptakan untuk bertemu dengan dirimu dalam mimpi-mimpi yang sadar

Kita sekarang hanyalah kemarin yang tak mungkin lagi untuk berkunjung

Kita hanyalah esok yang tak mungkin lagi untuk bermimpi

Sekian

Senin, 04 November 2024

SALIB

 SALIB

sumber gambar: www.suara.com

Saya dapat kado darinya

Bahagia sekali rasanya

Entah kado itu isinya apa

Yang pastinya itu kado cinta

 

Di balik kado yang ia beri

Ada sesuatu yang ia kasih

Dari bola mata orang susah itu kado sangat bermakna

Kado itu dibalut dengan selendang

Buat saya coba bayang-bayang

Apa isi kado dari orang tersayang

 

Perlahan-lahan saya telanjangkan tubuhnya

Jemari saya menyetubuhi bagian sensitive kado itu

Ada tas kecil di dalamnya

Ia simpan hatinya dengan rapih

 

Isinya salib Yesus

Saya raih salib itu

Saya pastikan itu tidak jatuh

Saya tenggelamkan lagi ke dalam tas kecil

Tempat pacarku meniduri hatinya

Ia bilang, “itu salib untuk tambah engko punya salib”


Malamnya, saya renung-renung

Dan mencoba meneytubuhi larik-larik misterius itu

Sembari menulis rindu untuknya di deare buku

Saya temukan jawabannya

 

Saya coba menyusun keheningan

Saya kunci mata rapat-rapat

Lalu saya buka tepat berhadapan dengan bulan

Bulan mengirim pesan

 

Barangkali maksud hatinya begini;

“salib itu buat tambah salibmu”

Berarti

Dia membuat saya menunggu

Harus menunggu sesuatu darinya

Entah itu rindu

Cinta

Cemburu

Bahagia

Atau luka

 

Ia tiduri hatinya di salib Yesus

“saya punya hati sudah melekat di salib itu

Jadikan itu sebagai salibmu

Engkau jaga saya punya hati itu baik-baik

Anggap saja itu hati adalah salibmu

Yang harus kau rawat dan kau pikul “

 

Maka saya harus rela

Saya harus siap terima luka

Saya harus teteskan air mata

Demi sebuah hati di salib itu

Karena mungkin saya akan jatuh berkali-kali

Dan tentunya siap untuk terluka

 

Tidak apa-apa kita jatuh-bangun, jatuh-bangun, dan jatuh lagi

tiga kali seperti di gunung kalvari

Asalkan tetap bangun lagi dan jalan terus sampai puncak


Hubungan itu seperti salib

Usai janji akan bahagia berarti siap terluka untuk bisa sampai puncak

bertahan

Meskipun kita harus jatuh berkali-kali


terima kasih untuk salib cintamu yang kau titip di hati ini


 

 

 

Selasa, 15 Oktober 2024

VIDEO CALL DENGAN TUHAN

 

sumber gambar:id.pngtree.com


VIDEO CALL DENGAN TUHAN

Tuhan

Angkatlah video call-ku

Dan lihatlah kemari

Sekujur tubuhku basah oleh guyuran hujan darah

Yang keluar dari jantung manusia luguh tak berdaya

 

Tuhan

Nada dering-Mu berbunyi suara teriakan manusia kan?

Yang seharusnya ada di handphone pemerintah?

Apakah Engkau menerima panggilanku?

Ataukan speaker hp-Mu rusak

Ataukah speaker hp-ku yang rusak?

 

Tuhan

Angkatlah video call-ku

Please

Lalu Tuhan menjawab

“Alloooo”

“iya, Tuhan”

Tuhan lihatlah

“iya Aku sudah melihatnya, sebelum Engkau memanggil-Ku”

“lalu kenapa Tuhan tidak menolong kami?”

Tuhan menjawab

“Nomor yang anda tuju adalah nomor yang selalu menunggumu

 namun sekaligus nomor ini jarang kau hubungi.”

Kapela, 14/10/2024

Senin, 14 Oktober 2024

Pesan Untukmu

 

Dear puan pencipta rindu:

sumber: www.pinterest.com




JIKA

Jika nanti engkau rindu dan ingin menemuiku

Maka datanglah di dua tempat ini;

 

Di kedai kopi

Tepat di bawah kaki bulan

Aku yang lagi duduk dalam kesunyian

Menulis puisi tentangmu

Yang kursinya adalah pahamu

Dan “sandarannya adalah dadamu”

 

Alamatnya akan kau temukan dalam larik-larik rindu ini

Namu, jika di sana engkau tidak jua menemukan ragaku

Maka pergilan ke ranjangmu

Lalu tidurlah

 

Karena pada malam

Aku akan datang dan menemuimu, mencumbumu dalam mimpi-mimpimu

Lalu aku akan membacakan puisi pada Tuhan

Agar ia mengijinkanku tuk membisikan rasa pada mimpimu

Bahwa;

Akupun sedang merindukanmu

Dan ingin terus mencarimu

 

Rabu, 04 September 2024

APA ADANYA

 

 

APA ADANYA

sumber gambar: za.pinterest.com

 

Aku mencintai hatimu bukan tubuhmu

Terserah apa yang akan kamu katakan

Barangkali itulah yang membuat kita jarang bertemu

Bahkan tak sama sekali

 

Aku mencintai jiwamu

Itu sebabnya, walapun kita jarang berkabar, dan bertemu

Tetapi itu sama sekali tidak mengurangi rasa cinta dan sayangku padamu

 

Aku tidak peduli sayang

Orang-orang menanyaiku;

Apakah kamu punya kekasih?

Terlihat har-harimu sangat sepih

Kamu selalu menyendiri

Bahkan tak sekali saja senyum di depan layar laptop atau handphone mu

 

Aku punya kekasih

Tepatnya kekasih misteri

Yang hanya menciptakan rindu tanpa bertemu

Ia ada di dekat sini

Kekasihku ada dalam duniaku

Dalam hatiku

Itu sebabnya aku tak perlu mencarinya di layar laptop atau handphone

Aku tak perlu mencari dan pergi menemuinya di kejauhan

 

Ia ada di dekat sini

Tetapi,

Aku juga punya rindu untuknya

Begitu besar

Rindu itu ada dalam mimpiku

Bertemu dengannya

Memeluknya

Dan mengatakan, aku rindu

Tetaplah di sini dan tinggal diam di hati ini

 

Aku mencintai hatimu

Sebab, ia tak punya ruang jarak atau waktu

Ia tak butuh jarak untuk merindu

Atau waktu untuk bertemu

Jika semakin dibuat rindu

Itu artinya cinta kita tetap hidup dan ada hingga saat ini

Di hati bukan di laptop atau handphone

 

 

Takut

 Dear Puan  Pencipta Rindu

TAKUT

sumber gambar: pichwallpaper.com

 

Aku tidak takut jika kelak nanti;

Kita bertemu

Kita saling merapah

Dari mata-ke mata

Kamu dengan duniamu

Aku dengan duniaku

Lalu kamu tersipu malu

Aku hanya diam membisu

 

Kamu mencari cara dan cela

Berusaha tuk berhenti menatap mataku

Karena kamu sudah tahu bahwa

Duniamu dan duniaku tidak sama

Lalu tiba-tiba kamu minta tuk pamit dari dunia kita

 

Aku tidak takut jika kelak nanti;

Kita tak lagi berkabar

Tak lagi menyapa

Tak lagi mengukir cerita

Apalagi bercanda tawa lewat video call

Tak lagi menceritakan pernak-perniknya duniamu

Dan akhirnya kita saling melukai

Lalu berusaha untuk saling melupakan

Kenangan

Beribuh-ribuh pesan

 

Aku tidak takut jika kelak nanti;

Kita menguburkan semua kenangan yang ada


Aku hanya takut jika kelak nanti;

Aku berhenti mencintaimu

Memikirkanmu

Menyanyangimu


Hanya aku

Bukan kamu

Tetapi jika itu kamu

AKU TIDAK TAKUT

 

Sekian

Wairklau, 04 September 2024

Rabu, 28 Agustus 2024

 

Mimpi buruk

**

Mimpi terburuk seorang anak lelaki adalah menerima kenyataan bahwa pada akhirnya ia harus bangun pagi dan membuat makanan sendiri dan menikmati kopi sendiri sambil memandang dapur dan tungku ibu yang tak lagi hangat dan segelas kopi ayah yang tak lagi bercerita apa adanya tentang pahit dan manisnya kehidupan.

Di suatu soreh yang sepih, ketika udara dingin begitu apik menggigili sekujur tubuh, ada seorang lekaki sedang duduk merekam senja dengan tampilah wajah sedikit layu dan resah. Ia membayangi kehidupan di hari esok, meskipun ia tahu bahwa kehidupan hari esok mempunyai kesusahannya sendiri, namun ada agenda lain yang harus dipersiapkan dan tentunya lelaki itu tahu bahwa di sana ia akan menghadapi kesusahan-kesusahan yang lain.

Lelaki itu terus membayanginya. Berjuta-juta kesusahan yang terlintas dalam isi kepala lelaki itu. Sembari menikmati sang raja barat mempertontonkan keindahannya yang sedikit lagi selesai ditelan waktu, tampak wajah lelaki itu semakin murung dan senduh. Air di bak matanya seakan penuh. Lelaki itu menggigit bibirnya dan melihat ke langit sambil menghembuskan nafas yang terasa sesak di dada, lalu menumpahkan sedikit cairan dari mata lebam itu. 

Ia teringat akan bapa dan emaknya. Sosok wajah yang kian hari kian memudar, keriput dengan rambut yang telah didominasi oleh si putih. Sedangkan lelaki senja itu baru memulai kuliah semester 3. Tentunya ia masih membutuhkan 5 semester lagi atau 2 setengah tahu untuk menuntaskan perjalanan akademiknya. 

Banyak pertanyaan yang mengalir dalam isi kepala pemuda itu, salah satu pertanyaan yang menjadi titik dilemanya pemuda itu adalah, akankah bapa dan emak masih bisa menikmati kesuksesannya di masa senja mereka?  pertanyaan itu menjadi perjalanan paling jauh yang harus ditempuh  si lelaki senduh itu. 

Setelah mengalami pergumulan yang amat panjang di rumah sunyi itu, tibalah saatnya untuk melepas penat sekaligus membebaskan isi kepala yang dipenuhi bayang-bayang rasa akan risau dengan berlibur di kampung halaman. Barang kali juga untuk meregangkan otot-otot kaki yang keram ketika  berdoa untuk Tuhan. Ah benarkah berdoa untuk Tuhan? Bukankah kita berdoa karena takut formator? Ah, entahlah, yang tentunya setiap insan berdoa karena membutuhkan Tuhan dalam setiap hembusan nafas. Yang paling penting adalah pulang.

 Kesempatan untuk pemuda bermata lebam bisa berkumpul dengan keluarga, mengahabiskan sisa-sisa senja bersama bapa dan emak, mengunjungi tetangga dan pergi memancing ikan di laut.

                                                                                **

Setelah merayakan Kurban Kristus di meja perjamuan, semuanya berajak ke ruang makan. Lelaki itu masih memilih masuk kembali ke kamar. Sekejap lelaki itu keluar dan menuju ke ruang perjamuan pagi. Ia mendapati ruangan itu sudah ramai oleh teman-teman yang baru saja menunggunya untuk berdoa bersama sebelum makan. Udara pagi membisik pelan ke ruang yang sedikit temaram, suara sendok beradu piring terdengar di sela-sela percakapam dan tawa teman-teman tentang cerita hari kemarin saat berpesta di tempat pelayanan. Pagi itu semua terlihat sedang berusaha mengakrabi keadaan yang sedikit amburaduk dengan posisi kesadaran yang masih belum stabil akibat terlalu banyak mengkonsumsi alkohol.

Setelah sarapan pagi, pemimpin mengumumkan bahwa hari ini sudah bisa pulang berlibur. 

"Hari ini yang mau pulang silakan! yang belum, atau masih menunggu tiket penerbangan, bisa pulang di hari rabu nanti".

 "Huuuuuuu, horreeee, yesss akhirnya pulang. huuuu". Suara teriakan sekejap memcah keheningan pagi itu. 

"jadi, siapa yang pulang hari ini?" "saya, saya, saya.........."....satu, dua, tiga, empat, lima. oke hari ini ada lima orang yang pulang. jadi sisah yang belum pulang hari ini bisa siap-siap dan boleh pulang di hari rabu nanti....."oke terima kasih" tandas semuanya.

Tidak peduli, semua orang berusaha melupakan sejenak beban yang ada, sekarang yang ada dalam isi kepala hanyala "pulang". 

                                                                                 **

Setelah melalui perjalanan yang sedikit jauh dengan waktu tempuh empat sampai lima jam lebih, akhirnya lelaki senduh itu tiba di kampung halamannya yang terletak di bagian barat paling ujung. Turubean, nama kampung yang menjadi titik rindu kepulangan itu. Wajah senduh itu seketika luntur ketika tubuhnya yang lelah disambut dalam pelukan emak. Emak juga rindu pada anaknya hingga pelukan itu......

MASIH DALAM PROSES

BELUM SELESAI..................................




**

Kau akan segera mengakui bahwa kehidupan memang seperti itu. Suatu waktu hidup akan membawamu pada suatu kenyataan yang benar-benar sunyi dan sepih lalu membuatmu merasa ingin berteriak sekencang-kencangnya bahkan sampai meraung-meraung dalam kolom bagaikan anak anjing yang ditinggal pergi oleh induknya sewaktu matanya belum bisa melihat dunianya. Dan teriakanmu tak lebih dari sekedar ungkapan rindu yang tak tersampaikan. Dan orang lain akan lebih memilih mengabaikan teriakan itu karena mereka juga sedang berteriak tentang apa yang sedang diperjuangkan.

    LAPORAN HASIL KEGIATAN KATEKESE PEDNALAMAN KITAB SUCI PERTEMUAN KEDUA - OKTOBER 2025 Dikerjakan Oleh: Paulus Leo Lego Hurit (237...