SALIB
Saya dapat kado darinya
Bahagia sekali rasanya
Entah kado itu isinya
apa
Yang pastinya itu kado
cinta
Di balik kado yang ia
beri
Ada sesuatu yang ia
kasih
Dari bola mata orang
susah itu kado sangat bermakna
Kado itu dibalut dengan
selendang
Buat saya coba bayang-bayang
Apa isi kado dari orang
tersayang
Perlahan-lahan saya
telanjangkan tubuhnya
Jemari saya menyetubuhi
bagian sensitive kado itu
Ada tas kecil di
dalamnya
Ia simpan hatinya
dengan rapih
Isinya salib Yesus
Saya raih salib itu
Saya pastikan itu tidak
jatuh
Saya tenggelamkan lagi
ke dalam tas kecil
Tempat pacarku meniduri
hatinya
Ia bilang, “itu salib
untuk tambah engko punya salib”
Malamnya, saya
renung-renung
Dan mencoba meneytubuhi
larik-larik misterius itu
Sembari menulis rindu
untuknya di deare buku
Saya temukan jawabannya
Saya coba menyusun
keheningan
Saya kunci mata
rapat-rapat
Lalu saya buka tepat
berhadapan dengan bulan
Bulan mengirim pesan
Barangkali maksud
hatinya begini;
“salib itu buat tambah
salibmu”
Berarti
Dia membuat saya
menunggu
Harus menunggu sesuatu
darinya
Entah itu rindu
Cinta
Cemburu
Bahagia
Atau luka
Ia tiduri hatinya di
salib Yesus
“saya punya hati sudah
melekat di salib itu
Jadikan itu sebagai
salibmu
Engkau jaga saya punya
hati itu baik-baik
Anggap saja itu hati
adalah salibmu
Yang harus kau rawat dan kau pikul “
Maka saya harus rela
Saya harus siap terima
luka
Saya harus teteskan air
mata
Demi sebuah hati di
salib itu
Karena mungkin saya akan
jatuh berkali-kali
Dan tentunya siap untuk terluka
Tidak apa-apa kita
jatuh-bangun, jatuh-bangun, dan jatuh lagi
tiga kali seperti di gunung kalvari
Asalkan tetap bangun
lagi dan jalan terus sampai puncak
Hubungan itu seperti
salib
Usai janji akan bahagia
berarti siap terluka untuk bisa sampai puncak
bertahan
Meskipun kita harus
jatuh berkali-kali
terima kasih untuk salib cintamu yang kau titip di hati ini




.jpeg)