Selasa, 23 April 2024

EKONOMIS CINTA

 Jika kamu cinta

cintailah dengan sewajarnya

jika kamu sayang

sayangilah dengan semampunya


Jangan memaksakan hatimu

untuk berkorban secara penuh

Cinta memang membutuhkan pengorbanan

namun, jika kita berkorban karena cinta dengan tanpa batas

maka, jangan menyesal

apabila pengorbananmu sendiri yang akan melukai hati dan perasaanmu


Batasi-------------------------------------------------------------------------------


Namun jangan pakai ego dan nafsu

Ego hanya akan membunuh hatimu untuk mencinta

Nafsu hanya menmbulkan emosi cinta yang tak teratur

hatimu boleh jujur-sejujurnya

tetapi jangan lupa libatkan juga otakmu

agar cinta yang tumbuh dalam perasaan yang besar

tidak menjatuhkan hatimu dalam cinta yang kecil

yang engkau terima dari mereka yang mencintaimu namun tak utuh

BERAKHIR CERITA DALAM PELUKAN RINAI HUJAN

 Begitu apik rinai hujan melumat tanah

hingga wangih tubuhnya meliuk-liuk sempurna

aromanya masih mengalir jelas di tapak-tapak kaki


Di ujung bulan April ini

wangi tubuhmu masih meliuk sempurnah 

matamu masih sangat indah

nampak jelas dalam isi kepala

 aroma tubuhmu masih membau

wanginya masih melekat utuh

ketika tubuhmu dicumbuh rinai kenangan


Di akhir pekan ini ada kenangan yang memburuh

jelas menancap dalam bola matamu

engkau menenun rindu

dan aku menikmati wangi rndumu

Sabtu, 20 April 2024

Untukmu, Puanku

 




Untukmu, Puanku

Selaksa rindu yang merapah dalam kalbu

Selaksa harapan yang dilangitkan di setiap subuh

Telah ku sematkan dalam bola matamu yang berkilau

Dikalah mataku dan matamu berpadu rasa dalam temu pada ceruk rak buku itu

 

Ruang yang sedikit temaram karena cahaya bola lampu dihalangi barisan buku-buku

 nampak terang oleh matamu, senyumanmu, dan lepas rindu kita  yang memegang teguh kendali suasana itu

Kita mengendalikan semuanya sayang

Meskipun ceruk rak buku itu bukan milik kita

Tetapi kita punya cinta yang begitu apik menenun kisah

 

Kita tak peduli rinai hujan yang merisak di luar sana

Bauh tanah yang masih basah

Engkau membawaku mengelilingi jejak cinta yang telah kau sematkan dalam matamu

Aku tenggelam hingga pada lembayung.

Hatiku kau derah dengan senyummu, akupun terjatuh dalam dekapan manja.

                                                                                                                                                                                                                                               Barnabite, 19 April 2023

Paul

 

 

 

 

 

Sabtu, 13 April 2024

Pulanglah

 Pulanglah,

hari sudah mulai gelap

senja tak lagi menyirami dedaunan dengan cahayanya

tingkap-tingkap langit telah terkunci rapat

hingga cahayapun tak sempat keluar dari awan pekat


Di sini sudah gelap,

PULANGLAH,

nanti kamu akan kehilangan arah

kamu akan bimbang mencari jalan pulang

pulanglah,

Mereka sudah menutup erat pintu rumah

tak mungkin dibukakan kembali

pulanglah sebentar

apakah kamu tidak lelah menunggu sesuatu yang tak pasti

semakin menyiksa engkau pung hati


Kau tahukan?

menunggu itu menyiksa?

menunggu itu menjenuhkan?

pulanglah

 TUHAN

Terima kasih

kepingan rindu ini sudha kembali utuh dalam doa-doa yang kulangitkan disetiap subuh.

pada tapak yang menjemput kisah, Engkau telah membisik hati ini untuk menenun rindu pada subuh

agar kelak rindu ini tiba pada senja yang bahagia.

JANGAN MARAH

 JANGAN BIARKAN LIDAHMU

TERUS MENGECAP KEMARAHAN

KARENA, JIKA DIBIARKAN TERUS MENERUS

AKAN MENJADI SEBUAH KEBIASAAN.


DAN TANPA KITA SADARI

KEBIASAAN ITU AKAN MERENGGUT KEBAHAGIAAN

JARAK ADALAH RINDU

 SEJATINYA JARAK KITA SAAT INI BUKANLAH SATU-SATUNYA RUANG DAN SEKAT YANG MEMBATASI, MELAINKAN ITU ADALAH SEBUAH RASA, DAN HARAPAN DALAM SUJUD DOA YANG KITA LANGITKAN. KITA HARUS JAUH AGAR BISA SALING MERINDUKAN

    LAPORAN HASIL KEGIATAN KATEKESE PEDNALAMAN KITAB SUCI PERTEMUAN KEDUA - OKTOBER 2025 Dikerjakan Oleh: Paulus Leo Lego Hurit (237...