Sabtu, 20 April 2024

Untukmu, Puanku

 




Untukmu, Puanku

Selaksa rindu yang merapah dalam kalbu

Selaksa harapan yang dilangitkan di setiap subuh

Telah ku sematkan dalam bola matamu yang berkilau

Dikalah mataku dan matamu berpadu rasa dalam temu pada ceruk rak buku itu

 

Ruang yang sedikit temaram karena cahaya bola lampu dihalangi barisan buku-buku

 nampak terang oleh matamu, senyumanmu, dan lepas rindu kita  yang memegang teguh kendali suasana itu

Kita mengendalikan semuanya sayang

Meskipun ceruk rak buku itu bukan milik kita

Tetapi kita punya cinta yang begitu apik menenun kisah

 

Kita tak peduli rinai hujan yang merisak di luar sana

Bauh tanah yang masih basah

Engkau membawaku mengelilingi jejak cinta yang telah kau sematkan dalam matamu

Aku tenggelam hingga pada lembayung.

Hatiku kau derah dengan senyummu, akupun terjatuh dalam dekapan manja.

                                                                                                                                                                                                                                               Barnabite, 19 April 2023

Paul

 

 

 

 

 

Sabtu, 13 April 2024

Pulanglah

 Pulanglah,

hari sudah mulai gelap

senja tak lagi menyirami dedaunan dengan cahayanya

tingkap-tingkap langit telah terkunci rapat

hingga cahayapun tak sempat keluar dari awan pekat


Di sini sudah gelap,

PULANGLAH,

nanti kamu akan kehilangan arah

kamu akan bimbang mencari jalan pulang

pulanglah,

Mereka sudah menutup erat pintu rumah

tak mungkin dibukakan kembali

pulanglah sebentar

apakah kamu tidak lelah menunggu sesuatu yang tak pasti

semakin menyiksa engkau pung hati


Kau tahukan?

menunggu itu menyiksa?

menunggu itu menjenuhkan?

pulanglah

 TUHAN

Terima kasih

kepingan rindu ini sudha kembali utuh dalam doa-doa yang kulangitkan disetiap subuh.

pada tapak yang menjemput kisah, Engkau telah membisik hati ini untuk menenun rindu pada subuh

agar kelak rindu ini tiba pada senja yang bahagia.

JANGAN MARAH

 JANGAN BIARKAN LIDAHMU

TERUS MENGECAP KEMARAHAN

KARENA, JIKA DIBIARKAN TERUS MENERUS

AKAN MENJADI SEBUAH KEBIASAAN.


DAN TANPA KITA SADARI

KEBIASAAN ITU AKAN MERENGGUT KEBAHAGIAAN

JARAK ADALAH RINDU

 SEJATINYA JARAK KITA SAAT INI BUKANLAH SATU-SATUNYA RUANG DAN SEKAT YANG MEMBATASI, MELAINKAN ITU ADALAH SEBUAH RASA, DAN HARAPAN DALAM SUJUD DOA YANG KITA LANGITKAN. KITA HARUS JAUH AGAR BISA SALING MERINDUKAN

JANGAN

 jangan biarkan cerita romansa ini buram

jika ia buram

kita tak lagi melihat dengan jelas arti dari semua kisah ini

"Engkau Datang Sebagi Bunga Tidur"

 Malam ini bulan di awan sedikit terang, ia berhasil menghalau pekatnya awan yang patah-patah

tak sempurnah, tapi indah


malam ini sedikit lebih terang

jiwaku berkelana sedikit lebih jauh

mataku terpejam hingga mengalir air tanpa henti tanpa kusadari


Pikiranku kini menjelma jadi mimpi yang sedikit menggemaskan

aku merassakan bassah di sudut bibir bantal

kecupan mimpi merambat erat dalam pelukan dingin malam itu


Aku ini berkelana lebih jauh lagi

bersamamu

iya, kamu

Aku bertemu denganmu

memgang tanganmu dan akupun berjudul

"Aku rindu"

Mengapa Engkau datang hanya sebagai bunga tidurku?

    LAPORAN HASIL KEGIATAN KATEKESE PEDNALAMAN KITAB SUCI PERTEMUAN KEDUA - OKTOBER 2025 Dikerjakan Oleh: Paulus Leo Lego Hurit (237...