Sabtu, 13 April 2024

Kamu Adalah Mimpi

 Harum tubuhmu menempel pada tembok

bola matamu menggantung indah di atap-atap imajinasiku

kau membuatku membisu dalam huruf-huruf mati yang kubawa dari mimpi ini

aku menemukan banyah hal dalam kebisuanku


Kau membuatku terlena dalam balutan wangi tubuhmu

aku menatap atapku dirimu dalam mata yang terpejam

hingga bibirku tak bisa berkata

namun hatiku bersorak

karena aku menemukanmu dalam anganku


Memelukmu hingga tak ingin melepaskan

Tinggalah dalam hatiku dan tetap diam.


CINTA: Membunuh

 Cinta membunuh

cinta adalah dewa kematian

cinta dapat menghancurkan

cinta dapat melenyapkan

cinta membunuh hati

cinta membodohkan

cinta menipu akal

Ia adalah dewa kematian

cinta mematikan hati yang lemah

lugu

tak berdaya

AYAH

AYAH

Menyebut namamu dalam setiap aliran nandiku

membayangi wajahmu dalam perjalananku adalah harapan penuh yang aku tanam di atasa kepala dan aliran nadiku.

Berjuang kuat seperti dirimu mungkin aku harus hidup bersamamu seribuh tahun lagi 

Atap Sunyi

 Kita Sama-sama berteduh di bawah atap sunyi

dan penghuninya seperti sudah mati

yang tersisa hanyalah sepih


SUNYI, ada tapi seperti tidak ada nyatanya

SEPIH, tidak ada yang peduli

semuanya pergi 

mencari yang ramai

                                            13/08

DULU

 Dulu,

ketika chatingan lama dibalas

aku selalu overthinking yang tidak jelas


sekarang,

ketika chatingan lama dibalas

ada dua rasa yang muncul

antara curiga dan memahami


Tetapi,

Makin ke sini aku lebih sering memahami

apakah aku harus berhenti ataukah terus menunggu yang tak pasti?

                                                

                                                                                        13/08

"Ruang Risau"

 Ruang Risau

Atapnya tak selalu menyediakan keteduhan

dindingnya tak selalu memberikan nyaman

tiang-tiangnya tak selalu berdiri kokoh

Puisi II Malam

 Malam semakin larut

aku masih setia memeluk kerisauan

batinku tersentil pada ufuk langit gemerlapan

pada cahay bintang yang bertaburan


Malam semakin larut

udara malam begitu apik menggigili tubuh lusuh

memeluk sepih yang tak pernah luput dalam kisah yang terlampau surut


Malam semakin larut

jemariku tak kunjung berhenti

menuliskan sebuah puisi dalam sepih

hingga malamku tak kunjung pamit

karena waktu tak pernah sempit

                                                            Agustus, 2023



    LAPORAN HASIL KEGIATAN KATEKESE PEDNALAMAN KITAB SUCI PERTEMUAN KEDUA - OKTOBER 2025 Dikerjakan Oleh: Paulus Leo Lego Hurit (237...