Senin, 23 Maret 2026

 

 

LAPORAN HASIL KEGIATAN KATEKESE PEDNALAMAN KITAB SUCI

PERTEMUAN KEDUA - OKTOBER 2025

Dikerjakan Oleh:

Paulus Leo Lego Hurit (23757634)

Marianus Liwu Kelen (23757599)

Markus Belili Maran (23757604)

Yohananes Taek Loy (23757698)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO

TAHUN AJARAN 2025/2026

 

LAPORAN HASIL KEGIATAN KATEKESE PEDNALAMAN KITAB SUCI

PERTEMUAN KEDUA - OKTOBER 2025

 

A. PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang senantiasa melimpahkan rahmat_nya, sehingga kegiatan katekese Sketsa Kitab Suci dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk memperdalam iman dan membangun kebersamaan dalam komunitas, khususnya bersama teman-teman kos di kompleks Eltari Atas. Berkat kerja sama dan semangat semua peserta, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan penuh sukacita.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Lima Kitab Musa: Cerita Besar tentang Allah dan Umat-Nya.” Tema ini mengajak kami untuk menelususri kembali perjalanan iman umat sebagaimana dikisahkan dalam kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Melalui kisah-kisah tersebut, kami diajak untuk melihat karya keselamatan Allah yang terus berlangsung dalam kehidupan manusia hingga saat ini.

Kegiatan Sketsa Kitab Suci menjadi media kreatif bagi para peserta untuk menghidupkan kembali isi Kitab Suci melalui gambar, sketsa, dan refleksi bersama. Dengan cara ini, peserta tidak hanya membaca Sabda Allah, tetapi juga mengekspresikannya secara visual dan personal. Pendekatan kreatif ini membantu setiap peserta memahami pesan Kitab Suci dnegan cara yang menyenangkan dan mendalam.

Melalui laporan sederhana ini, kami berharap pengalaman iman yang diperoleh dari kegiatan ini dapat me jadi inspirasi bagi siapa pun yang membacanya. Semoga semagat untuk mencintai, memahami, dan menghidupi Sabda Allah terus tumbuh dalam diri setiap orang muda, sehingga Kitab Suci benar-benart menjadi pelita bagi langkah hidup sehari-hari.

B. PROSES KATEKESE

1. Tujuan

-        Mengenal isi dan makna dari limat Kitab Musa (Pentateukh).

-        Menemukan relevansi oesan kitab-kitab itu dalam kehidupan orang muda masa kini.

-        Menghidupkan Kitab Suci melalui kegiatan kreatif berupa Sketsa (gambar)

2. Pemikiran Dasar

Kitab Suci merupakan ungkapan kasih Allah yang menyatakan diri-Nya dalam sejarah menusia. Melalui lima Kitab Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan), Allah menyiapkan kisah besar tentang hubungan-Nya dengan umat pilihan. Dalam kisah-kisah tersebut, tampak jelas bagaimana Allah memulai sejarah keselamatan dengan menciptakan manusia, membebaskan mereka dari perbuadakan, menuntun mereka di padang gurun, serta meneguhkan perjanjian kasih-Nya agar umat tetap hidup setia kepada-Nya.

Gagasan utam yang hendak ditanamkan melalui lima Kitab ini adalah bahwa Allah selalu hadir dan bekerja di tengah kehidupan umat-Nya. Ia tidak meninggalkan manusia dalam kesulitan, tetapi senantiasa menuntun mereka menuju kehidupan yang penuh harapan. Hal ini menjadi dasar iman yang harus dihidupi oleh setiap orang beriman, terutama generasi muda yang sering berhadapan dengan berbagao tantangan iman dan moral di zaman modern.

Tujuan katekese Sketsta Kitab Suci adalah membantu peserta mengenal isi dan makna dari lima Kitab Musa, menemukan relevansinya bagi kehdupan masa kini, serta menghidupkan Kitab Suci melalui kegiatan kreatif seperti menggambar dan refleksi bersama. Melalui pendekatan ini, peserta diajak tidak hanya memahami isi Kitab Suci secara intelektual, tetapi juga mengalami dan menghayati secara pribadi dalam kehidupan sehari-hari.  

3. Bahan dan Sarana

Alkitab, sticky notes atau kertas memo tempel, kertas karton putih dan spidol.

4. Peserta

Anak asrama GNR- Eltari Atas

5. Waktu

Kurang lebih 2 jam, dilaksanakan pada soreh hari pkl. 4.30-6.00

6. Proses Pertemuan

Pelaksanaan kegiatan katekese pendalaman Kitab Suci berlangsung selama kurang lebih dua jam, dimulai pada pukul 16.30 WITA. Pertemuan diawali dengan suasana penuh kearaban karena peserta adalah anak-anak asrama BNR yang sudah saling mengenal. Berikut tahapan kegiatan yang dilaksanakan:

a. Pembukaan

Pertemuan diawali dengan salam pembuka dan doa singkat untuk memohon bimbingan Roh Kudus. Fasilitator kemudia menjelaskan tujuan pertemuan serta gambaran singkat tentang tema yang akan dibahas, yaitu “Lima Kitab Musa: Cerita Besar tentang Allah dan Umat-Nya.”

Peserta dibagi menjadi 5 kelompok, lalu masing-masing kelompok mengambil undian yang berisi salah satu kisah dari lima Kitab Musa, Yaitu:

  1. Kisah Penciptaan
  2. Bahtera Nuh
  3. Semak Menyala
  4. Loh Batu
  5. Tanah Terjanji

Setiap kelompok kemudian membuat sketsa kisah tersebut menggunakan kertas HVS dan alat gambar yang telah disiapkan oleh fasilitator. Suasana kegiatan pada tahap pembukaan berjalan hidup dan interaktif karena pserta langsung terlibat dalam proses kreatif sejak awal.

b. Pendalaman Kitab Suci

Setelah sketsa selesai, setiap kelompok membuka Kitab Suci dan membaca perikop yang berkaitan dengan gambar yang mereka dapatkan. Pembacaan dilakukan secara berkelompok kemudia bersama-sama sebagai komunitas.

Proses ini bertujuan agar peserta tidak hanya mengenal cerita visualnya, tetapi memhami dasar biblis dari setiap kisah dalam Pentateukh.

c. Pemaknaan Sketsa dan Diskusi

Pada tahap ini, masing-masing kelompok diminta untuk menjelaskan arti gambar yang mereka buat, menunjukan perikop Kitab Suci yang menjadi dasar sketsa, dan menceritakan kembali kisah tersebut dnegan kata-kata mereka sendiri.

Tahap ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengeskpresikan pemahaman mereka secara kreatif dan komunikatif. Peserta tampak antusias dan mampu menjelaskan kembali cerita-cerita Kitab Musa dengan baik sesuai hasil karya gambar mereka.

d. Sketsa dan Cerita 5 kitab Musa

Fasilitator kemudian memberikan pendalaman lebih lanjut dnegan memaparkan inti kisah dari masing-masing Kitab Musa beserta pesan relevansi bagi kehidupan orang muda masa kini.

v  Kejadian: Awal Segalanya

Isi: penciptaan, kejatuhan manusia, perjanjian dengan Ambraham.

Pesan: Allah tetap mencari manusia meskipun manusia jatuh.

Sketsa cerita: Allah mencari Adam dan Hawa.

v  Keluaran: Allah yang Membebaskan

Isi: Musa, tulah-tulah, Laut Merah, Sinai.

Pesan: Tuhan bekerja bahkan di tengah rasa takut.

Sketsa Cerita: Musa membelah Laut Merah.

v  Imamat: Hidup Kudus.

Isi: hukum ibadah dan kesucian.

Pesan: kekudusan adalah hidup dengan integritas, bukan kekakuan.

Sketsa cerita: “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN Allahmu, kudus” (Imamat 19:2).

v  Bilangan: Perjalanan dan Pencobaan

Isi: pengembaraan, keluh kesah umat, kesabaran Allah.

Pesan: iman adalah perjalanan penuh proses.

Sketsa cerita: “Memilih ke Atas untuk Hidup” inspirasi cerita dari kisah Ular Tembaga di Padang Gurun (Bil 21:4-9)

v  Ulangan: Mengingat Kasih Allah.

Isi: nasihat Musa menjelang wafat.

Pesan: mengingat kesetiaan Allah dalam setiap babak hidup baru.

Penjelasan itu tidak hanya berupa ringkasan isi Kitab Suci, tetapi juga ditautkan dengan kehidupan anak muda masa kini. Misalnya, tentang bagaimana rasa takut sering membuat kita ragu melangkah seperti bangsa Israel di tepi Laut Merah, atau bagaimana perjalanan hidup yang penuh tantangan diibaratkan dengan padang gurun dalam Kitab Bilangan. Pesan-pesan ini membuat para peserta mengangguk, tersenyum, atau merenung dalam hati.

e. Penutup dan Refleksi

Sebelum mengakhiri kegiatan, fasilitator mengajak peserta masuk ke dalam sebuah refleksi singkat. Kalimat penutup yang diucapkan mengundang mereka untuk merenungkan kembali seluruh proses yang baru dijalani: “Allah memulai kisah-Nya dengan cinta, dan hari ini kita masih menjadi bagian dari cerita itu.”

Kalimat ini seolah mengajak setiapp peserta melihat diri mereka dalam kisah besar Allah, bahwa perjalanan hidup mereka, dengan segala tantangannya, adalah bagian dari sejarah keselamatan yang terus ditulis Tuhan.

f. Doa penutup

Pertemuan kemudian ditutup dengan doa bersama. Kata-kata yang diucapkan bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi ungkapan syukur atas waktu belajar dan bertumbuh bersama:

“Tuhan, tulislah kisah kasih-Mu di hati kami, agar kami setia berjalan bersama-Mu.”

g. Akhir Pertemuan: Hangat dan Penuh Harapan

Ketika kegiatan berakhir sekitar pukul 18.00 WITA, para peserta tampak masih berbincang dan tersenyum satu sama lain. Beberapa menunjukkan hasil sketsa mereka dengan bangga; yang lain saling bertukar kesan tentang kisah yang mereka pelajari. Walaupun sederhana, pertemuan ini menjadi ruang bagi mereka untuk mengenal Kitab Suci dengan cara yang kreatif, mendalam, dan menyenangkan.

Pertemuan kedua ini bukan hanya berhasil mencapai tujuan katekese, tetapi juga mempererat kebersamaan dan menyegarkan kembali perjumpaan mereka dengan Sabda Tuhan.

 

C. EVALUASI DAN REKOMENDASI LANJUTAN

Di akhir pertemuan kami memberikan sticky notes atau kertas memo tempel kepada peserta katekese untuk menuliskan pesan dan kesan yang mereka peroleh dari kegiatan tersebut dari peretmuan pertama dan kedua. Pesan dan kesan tersebut kami jadikan sebagai bahan evaluasi kelompok. Pesan dan kesan secara umum yang disampaikan masing-masing peserta melalui memo tempel tersebut adalah bersifat positif. Namun adapun kesan dan pesan yang bernada korektif yakni:

“Katekese kali ini berkesan kurang semangat dan sedikit kaku” -anonim.

“Ice Breakingnya ditambah” -anonim.

“perbanyakan pertanyaan” -anonim.

Pertemuan kedua ini berujung dengan kesan yang cukup baik bagi kami. Tetapi kami juga tetap menyadari bahwa masih banyak kesalahan yang menjadi kekeurangan kami. Namun kami bersyukur bahwa kegiatan ini dapat dijalankan dan memberikan efek yang kuat bagi para peserta katekese terutama para remaja. Mereka begitu antusias hadir dan mau mengikuti katekese tersebut meskipun cuaca kala itu kurang mendukung dalam hal ini hujan. Selain itu juga kami sempat mengalami kegelisahan, seperti halnya setelah kami tiba di lokasi kegiatan, kami dihadapkan pada satu situasi dilematis di mana sebagian besar peserta katekese tidak mengikuti kegiatan ini dengan alasan mereka harus mengikuti kegiatan di sekolag mereka. Sehinga situasi tersebut membuatn kami sempat memilih antara menunda kegiatan atau melanjutkan kegiatan. Akan tetapi dengan penuh kesabaran dan komitmen yang kuat, kami tetap melaksanakan katekese tersebut dengan beranggotakan 3 orang. Selebihnya kami memutuskan untuk mencari dan mendatangkan anggota lain yang bertetanggaan dengan tempat kegiatan tersebut. Dalam pertengahan kegiatan, barulah anggota lama yang lain bergabung usai pulang dari sekolah mereka. Sehingga tampak di foto ada yang masih mengenakan seragam SMA.

Kami menyadari kendala tersebut juga merupakan bagian dari kelemahan kami, seperti kurangnya komunikasi, dan beberapa hal kecil lainnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D. LAMPIRAN DOKUMENTASI

 

    LAPORAN HASIL KEGIATAN KATEKESE PEDNALAMAN KITAB SUCI PERTEMUAN KEDUA - OKTOBER 2025 Dikerjakan Oleh: Paulus Leo Lego Hurit (237...