LAPORAN HASIL
KEGIATAN KATEKESE PEDNALAMAN KITAB SUCI
PERTEMUAN
KEDUA - OKTOBER 2025
Dikerjakan
Oleh:
Paulus Leo Lego Hurit (23757634)
Marianus Liwu Kelen (23757599)
Markus Belili Maran (23757604)
Yohananes
Taek Loy (23757698)

INSTITUT
FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
TAHUN AJARAN
2025/2026
LAPORAN HASIL
KEGIATAN KATEKESE PEDNALAMAN KITAB SUCI
PERTEMUAN
KEDUA - OKTOBER 2025
A. PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke
hadirat Tuhan yang senantiasa melimpahkan rahmat_nya, sehingga kegiatan
katekese Sketsa Kitab Suci dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan ini
menjadi bagian dari upaya untuk memperdalam iman dan membangun kebersamaan
dalam komunitas, khususnya bersama teman-teman kos di kompleks Eltari Atas.
Berkat kerja sama dan semangat semua peserta, kegiatan ini berjalan dengan
lancar dan penuh sukacita.
Tema yang diangkat dalam kegiatan
ini adalah “Lima Kitab Musa: Cerita Besar tentang Allah dan Umat-Nya.” Tema ini
mengajak kami untuk menelususri kembali perjalanan iman umat sebagaimana
dikisahkan dalam kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan.
Melalui kisah-kisah tersebut, kami diajak untuk melihat karya keselamatan Allah
yang terus berlangsung dalam kehidupan manusia hingga saat ini.
Kegiatan Sketsa Kitab Suci menjadi
media kreatif bagi para peserta untuk menghidupkan kembali isi Kitab Suci
melalui gambar, sketsa, dan refleksi bersama. Dengan cara ini, peserta tidak
hanya membaca Sabda Allah, tetapi juga mengekspresikannya secara visual dan
personal. Pendekatan kreatif ini membantu setiap peserta memahami pesan Kitab
Suci dnegan cara yang menyenangkan dan mendalam.
Melalui laporan sederhana ini,
kami berharap pengalaman iman yang diperoleh dari kegiatan ini dapat me jadi
inspirasi bagi siapa pun yang membacanya. Semoga semagat untuk mencintai,
memahami, dan menghidupi Sabda Allah terus tumbuh dalam diri setiap orang muda,
sehingga Kitab Suci benar-benart menjadi pelita bagi langkah hidup sehari-hari.
B. PROSES
KATEKESE
1. Tujuan
-
Mengenal isi dan makna dari limat Kitab Musa
(Pentateukh).
-
Menemukan relevansi oesan kitab-kitab itu dalam kehidupan
orang muda masa kini.
-
Menghidupkan Kitab Suci melalui kegiatan kreatif berupa Sketsa
(gambar)
2. Pemikiran
Dasar
Kitab Suci merupakan ungkapan
kasih Allah yang menyatakan diri-Nya dalam sejarah menusia. Melalui lima Kitab
Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan), Allah menyiapkan
kisah besar tentang hubungan-Nya dengan umat pilihan. Dalam kisah-kisah
tersebut, tampak jelas bagaimana Allah memulai sejarah keselamatan dengan
menciptakan manusia, membebaskan mereka dari perbuadakan, menuntun mereka di
padang gurun, serta meneguhkan perjanjian kasih-Nya agar umat tetap hidup setia
kepada-Nya.
Gagasan utam yang hendak
ditanamkan melalui lima Kitab ini adalah bahwa Allah selalu hadir dan bekerja
di tengah kehidupan umat-Nya. Ia tidak meninggalkan manusia dalam kesulitan,
tetapi senantiasa menuntun mereka menuju kehidupan yang penuh harapan. Hal ini
menjadi dasar iman yang harus dihidupi oleh setiap orang beriman, terutama
generasi muda yang sering berhadapan dengan berbagao tantangan iman dan moral
di zaman modern.
Tujuan katekese Sketsta Kitab
Suci adalah membantu peserta mengenal isi dan makna dari lima Kitab Musa,
menemukan relevansinya bagi kehdupan masa kini, serta menghidupkan Kitab Suci
melalui kegiatan kreatif seperti menggambar dan refleksi bersama. Melalui
pendekatan ini, peserta diajak tidak hanya memahami isi Kitab Suci secara
intelektual, tetapi juga mengalami dan menghayati secara pribadi dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Bahan
dan Sarana
Alkitab, sticky
notes atau kertas memo tempel, kertas karton
putih dan spidol.
4. Peserta
Anak asrama GNR- Eltari Atas
5. Waktu
Kurang lebih 2 jam, dilaksanakan pada soreh hari pkl.
4.30-6.00
6. Proses
Pertemuan
Pelaksanaan kegiatan katekese pendalaman Kitab Suci
berlangsung selama kurang lebih dua jam, dimulai pada pukul 16.30 WITA.
Pertemuan diawali dengan suasana penuh kearaban karena peserta adalah anak-anak
asrama BNR yang sudah saling mengenal. Berikut tahapan kegiatan yang
dilaksanakan:
a. Pembukaan
Pertemuan diawali dengan salam pembuka dan doa singkat
untuk memohon bimbingan Roh Kudus. Fasilitator kemudia menjelaskan tujuan
pertemuan serta gambaran singkat tentang tema yang akan dibahas, yaitu “Lima
Kitab Musa: Cerita Besar tentang Allah dan Umat-Nya.”
Peserta dibagi menjadi 5 kelompok, lalu masing-masing
kelompok mengambil undian yang berisi salah satu kisah dari lima Kitab Musa,
Yaitu:
- Kisah
Penciptaan
- Bahtera
Nuh
- Semak
Menyala
- Loh Batu
- Tanah
Terjanji
Setiap kelompok kemudian membuat
sketsa kisah tersebut menggunakan kertas HVS dan alat gambar yang telah
disiapkan oleh fasilitator. Suasana kegiatan pada tahap pembukaan berjalan
hidup dan interaktif karena pserta langsung terlibat dalam proses kreatif sejak
awal.
b. Pendalaman
Kitab Suci
Setelah sketsa selesai, setiap kelompok membuka Kitab
Suci dan membaca perikop yang berkaitan dengan gambar yang mereka dapatkan.
Pembacaan dilakukan secara berkelompok kemudia bersama-sama sebagai komunitas.
Proses ini bertujuan agar peserta tidak hanya mengenal
cerita visualnya, tetapi memhami dasar biblis dari setiap kisah dalam
Pentateukh.
c. Pemaknaan
Sketsa dan Diskusi
Pada tahap ini, masing-masing kelompok diminta untuk
menjelaskan arti gambar yang mereka buat, menunjukan perikop Kitab Suci yang
menjadi dasar sketsa, dan menceritakan kembali kisah tersebut dnegan kata-kata
mereka sendiri.
Tahap ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk
mengeskpresikan pemahaman mereka secara kreatif dan komunikatif. Peserta tampak
antusias dan mampu menjelaskan kembali cerita-cerita Kitab Musa dengan baik
sesuai hasil karya gambar mereka.
d. Sketsa
dan Cerita 5 kitab Musa
Fasilitator kemudian memberikan pendalaman lebih lanjut
dnegan memaparkan inti kisah dari masing-masing Kitab Musa beserta pesan
relevansi bagi kehidupan orang muda masa kini.
v
Kejadian: Awal Segalanya
Isi:
penciptaan, kejatuhan manusia, perjanjian dengan Ambraham.
Pesan: Allah
tetap mencari manusia meskipun manusia jatuh.
Sketsa cerita:
Allah mencari Adam dan Hawa.
v
Keluaran: Allah yang Membebaskan
Isi: Musa,
tulah-tulah, Laut Merah, Sinai.
Pesan: Tuhan
bekerja bahkan di tengah rasa takut.
Sketsa Cerita:
Musa membelah Laut Merah.
v
Imamat: Hidup Kudus.
Isi: hukum
ibadah dan kesucian.
Pesan:
kekudusan adalah hidup dengan integritas, bukan kekakuan.
Sketsa cerita:
“Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN Allahmu, kudus” (Imamat 19:2).
v
Bilangan: Perjalanan dan Pencobaan
Isi:
pengembaraan, keluh kesah umat, kesabaran Allah.
Pesan: iman
adalah perjalanan penuh proses.
Sketsa cerita:
“Memilih ke Atas untuk Hidup” inspirasi cerita dari kisah Ular Tembaga di
Padang Gurun (Bil 21:4-9)
v
Ulangan: Mengingat Kasih Allah.
Isi: nasihat
Musa menjelang wafat.
Pesan:
mengingat kesetiaan Allah dalam setiap babak hidup baru.
Penjelasan itu tidak hanya berupa
ringkasan isi Kitab Suci, tetapi juga ditautkan dengan kehidupan anak muda masa
kini. Misalnya, tentang bagaimana rasa takut sering membuat kita ragu melangkah
seperti bangsa Israel di tepi Laut Merah, atau bagaimana perjalanan hidup yang
penuh tantangan diibaratkan dengan padang gurun dalam Kitab Bilangan.
Pesan-pesan ini membuat para peserta mengangguk, tersenyum, atau merenung dalam
hati.
e. Penutup
dan Refleksi
Sebelum mengakhiri kegiatan, fasilitator mengajak peserta
masuk ke dalam sebuah refleksi singkat. Kalimat penutup yang diucapkan
mengundang mereka untuk merenungkan kembali seluruh proses yang baru dijalani:
“Allah memulai kisah-Nya dengan cinta, dan hari ini kita masih menjadi bagian
dari cerita itu.”
Kalimat ini seolah mengajak setiapp peserta melihat diri
mereka dalam kisah besar Allah, bahwa perjalanan hidup mereka, dengan segala
tantangannya, adalah bagian dari sejarah keselamatan yang terus ditulis Tuhan.
f. Doa
penutup
Pertemuan kemudian ditutup dengan doa bersama. Kata-kata
yang diucapkan bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi ungkapan syukur atas
waktu belajar dan bertumbuh bersama:
“Tuhan, tulislah kisah kasih-Mu di hati kami, agar kami
setia berjalan bersama-Mu.”
g. Akhir
Pertemuan: Hangat dan Penuh Harapan
Ketika
kegiatan berakhir sekitar pukul 18.00 WITA, para peserta tampak masih
berbincang dan tersenyum satu sama lain. Beberapa menunjukkan hasil sketsa
mereka dengan bangga; yang lain saling bertukar kesan tentang kisah yang mereka
pelajari. Walaupun sederhana, pertemuan ini menjadi ruang bagi mereka untuk
mengenal Kitab Suci dengan cara yang kreatif, mendalam, dan menyenangkan.
Pertemuan
kedua ini bukan hanya berhasil mencapai tujuan katekese, tetapi juga mempererat
kebersamaan dan menyegarkan kembali perjumpaan mereka dengan Sabda Tuhan.
C. EVALUASI
DAN REKOMENDASI LANJUTAN
Di akhir pertemuan kami
memberikan sticky notes atau
kertas memo tempel kepada peserta katekese untuk menuliskan pesan dan kesan
yang mereka peroleh dari kegiatan tersebut dari peretmuan pertama dan kedua.
Pesan dan kesan tersebut kami jadikan sebagai bahan evaluasi kelompok. Pesan
dan kesan secara umum yang disampaikan masing-masing peserta melalui memo
tempel tersebut adalah bersifat positif. Namun adapun kesan dan pesan yang
bernada korektif yakni:
“Katekese kali ini
berkesan kurang semangat dan sedikit kaku” -anonim.
“Ice Breakingnya
ditambah” -anonim.
“perbanyakan
pertanyaan” -anonim.
Pertemuan kedua
ini berujung dengan kesan yang cukup baik bagi kami. Tetapi kami juga tetap
menyadari bahwa masih banyak kesalahan yang menjadi kekeurangan kami. Namun
kami bersyukur bahwa kegiatan ini dapat dijalankan dan memberikan efek yang kuat
bagi para peserta katekese terutama para remaja. Mereka begitu antusias hadir
dan mau mengikuti katekese tersebut meskipun cuaca kala itu kurang mendukung
dalam hal ini hujan. Selain itu juga kami sempat mengalami kegelisahan, seperti
halnya setelah kami tiba di lokasi kegiatan, kami dihadapkan pada satu situasi
dilematis di mana sebagian besar peserta katekese tidak mengikuti kegiatan ini
dengan alasan mereka harus mengikuti kegiatan di sekolag mereka. Sehinga
situasi tersebut membuatn kami sempat memilih antara menunda kegiatan atau
melanjutkan kegiatan. Akan tetapi dengan penuh kesabaran dan komitmen yang
kuat, kami tetap melaksanakan katekese tersebut dengan beranggotakan 3 orang.
Selebihnya kami memutuskan untuk mencari dan mendatangkan anggota lain yang bertetanggaan
dengan tempat kegiatan tersebut. Dalam pertengahan kegiatan, barulah anggota
lama yang lain bergabung usai pulang dari sekolah mereka. Sehingga tampak di
foto ada yang masih mengenakan seragam SMA.
Kami menyadari
kendala tersebut juga merupakan bagian dari kelemahan kami, seperti kurangnya
komunikasi, dan beberapa hal kecil lainnya
D. LAMPIRAN
DOKUMENTASI






Tidak ada komentar:
Posting Komentar