Mari Kuperkenalkan
Ia puan rembulan atap sunyi
Ia datang membawa dama dalam asa akan rasa
Ia, puan penghuni rumah sunyi
Yang nyatanya banyak penghuni yang sama-sama memuja sepih
Kaum bertudung putih
Memangku doa-doa syahdu tak bertepi
Tubuh doa itu isinya jantung semua
Yang darahnya adalah darah tuhannya
Ia, puan lututnya tak keram-keram
Sujud menanak doa-doa yang jatuh dari lumbung nirwana
Memuja bayang-bayang tuhan yang amerta
tuhan yang diabadikan dalam ikatan sumpah setia di depan altar kurban pengantin pria, tuhannya.
Dari arunika hingga ke sandya
Tak henti-hentinya memuja
Ia penikmat setia pada Dia sang penguat rasa
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar