Berdua dalam kebisuan
waktu
itu bisu
tak bersuara
tak bermata
tak jua mendengar
apalagi merisak
namun ia punya memori
mampu merekam semuanya
sedangkan kenangan
ia hanya menunggu
apakah kita akan mengabadikannya
atau membiarkannya mengalir begitu saja
di sini
hanya ada aku dan kamu
kita asyik bercerita
merapah dari mata ke mata
hati ke hati
matamu mendera hatiku
hatiku kau ikat dengan cinta
hingga pada lembayung asmara yang aku tak tahu apa judulnya
terima kasih untuk cintamu
di pertemuan itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar